MERANGIN, Beranda Jambi – Sebanyak 15% masyarakat Kabupaten Merangin masih dalam kategori miskin. Pemerintah Daerah tidak mampu mengentaskan kemiskinan ini sendiri, untuk itu perlu peran serta seluruh sektor, termasuk perusahaan-perusahaan.
Hal tersebut ditegaskan Wabup Merangin H Mashuri, pada rapat koordinasi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Merangin, dengan para pimpinan perusahaan, di Auditorium rumah dinas Bupati Merangin, Rabu malam (27/01).
“Ini baru kemiskinan, belum lagi anak-anak yatimnya dan anak-anak yang akan putus sekolah dampak Covid-19. Jumlah anak yang akan putus sekolah karena Covid-19 ini akan sangat banyak sekali,” ujarnya.
Pemerintah Daerah lanjut Wabup, bekerja sama dengan Baznas yang akan mengkoordinir, berupaya menuntaskan kemiskinan dan bantuan anak yatim, dengan program mulia, Gerakan Berinfak Rp. 1.000 untuk Merangin.

“Berbagai sektor telah kita masuki, baik ke kantor-kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), maupun counter-counter dan toko-toko di pasar-pasar. Sekarang giliran ke sektor perusahaan-perusahaan,” jelasnya.
Wabup mengharapkan kontribusi dari perusahaan-perusahaan di Kabupaten Merangin, untuk ikut serta menyejahterakan masyarakat dan berperan serta ikut menuntaskan kemiskinan.
Di perusahaan itu tegas Wabup, banyak karyawannya. Karyawan itu bisa menyisihkan rezekinya sehari Rp. 1.000, kalau tidak pas begitu terima gaji bisa berinfak Rp. 5.0000 atau Rp. 10.000 bisa lebih.
“Contoh saya sendiri, selama di ruang kerja saya disediakan kapsul tabungan infak, kalau belum memasukkan uang ke dalamnya seperti ada yang kurang, tapi kalau sudah terasa sangat nyaman sekali,” tutur H. Mashuri.
Ia mengharapkan, para pimpinan perusahaan yang mengikuti rapat koordinasi itu, bisa mengetuk hati para karyawannya, berpartisipasi dan berperan mengentaskan kemiskinan untuk kesejahteraan masyarakat Merangin.
Pada rapat koordinasi itu, Wabup merasa kecewa karena pimpinan perusahaan-perusahaan yang dikategorikan besar di Kabupaten Merangin tidak hadir, padahal peran serta perusahaan besar ini sangat diharapkan.
Rapat koordinasi yang dihadiri Kapolres Merangin, Dandim 0420 Sarko, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Merangin, pimpinan perusahaan yang diundang para pimpinan Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), pimpinan pabrik Pengolahan Kelapa Sawit dan sejumlah perusahaan lainnya. (cr3).
Tulis Komentar