BERENCANA ITU KERENPenulis NIKAWATI, S.ST (PKB AHLI MUDA BATANGHARI)

$rows[judul]

Hai sobat muda, tahukah kamu apa yang harus dilakukan bila akan menikah? Apakah merencanakan Frewedding? Mahar? Antaran dan adat?

Selain itu semua, sobat muda menentukan dulu siapa yang jadi pendamping hidup bukan? Disinilah proses awal yang sangat penting kita ketahui. Ada istilah bebet bobot yang harus dinilai oleh diri sendiri bahkan oleh orang tua dan keluarga besar kita, kadang mereka bersikeras tidak setuju setelah mengetahui bebet bobot sang calon menantu.

Berbeda bebet bobot yang dimaksud oleh kita selama ini bagi sobat muda yang perlu diketahui sebelum menikah adalah status kesehatan pasangan. Apakah sang calon sehat? Adakah penyakit yang menyertai? Baik itu karena bawaan maupun infeksi. Seharusnya tidak ada rahasia tentang itu. Bukan berarti setelah kita tahu pasangan kita memilki riwayat penyakit bawaan atau malah infeksi menular kita lantas memutuskan hubungan, bukan itu maksudnya. Kita tahu tentang status kesehatan pasangan agar kita bisa mengambil tindakan pengobatan dan berusaha agar sebelum memasuki pernikahan sudah dalam keadaan sehat.

Mengapa penting sehat sebelum menikah? Bukan karena nanti takut tampil di pesta tidak cantik atau ganteng tapi lebih dari itu sobat muda perlu mempersiapkan diri menjadi calon orang tua yang sehat baik jasmani maupun rohani. Memantaskan diri menjadi calon orang tua yang baik.

Pernahkah sobat muda mendengar stunting? Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi dibawah lima tahun). Mengapa sampai terjadi stunting? Akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun. Disinilah sobat muda peran anda dan kita semua dibutuhkan. Sebelum menikah status gizi harus ok artinya calon ayah sehat, calon ibu sehat. Tidak anemia, Kadar hemoglobin normal pada wanita dewasa berkisar antara 12–15 g/dL, sedangkan kadar hemoglobin pada pria dewasa berkisar antara 13–17 g/dL. Lingkar lengan atas (LiLA) calon ibu tidak kurang dari 23,5 cm. LiLA dengan mengukur lingkar lengan atas pada bagian tengah antar ujung bahu dan ujung siku. LiLA telah digunakan sebagai indikator proksi terhadap risiko Kurang Energi Kronis (KEK) untuk ibu hamil di Indonesia karena tidak terdapat data berat badan prahamil pada sebagian besar ibu hamil. 

Di dalam medis ada pengertian-pengertian seperti perikonsepsi/peri-implementasi. Ada yang menjelang pertemuan sel telur dan sel sperma dan waktu-waktu untuk menempel di dalam rahim dan kemudian juga 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). 1000 HPK itu sejak terjadinya konsepsi, tetapi banyak sekali dipengaruhi oleh kondisi calon ibu sejak sebelumnya bahkan kalau menurut teori, 6 bulan sebelum menikah itu kondisi perempuan harus sudah baik. Untuk itu BKKBN juga ingin mencegah terjadinya stunting sejak sebelum terjadinya pernikahan. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap stunting diantaranya kawin di usia muda, laki-laki umur kurang 25 tahun dan perempuan kurang dari 21 tahun, juga beresiko dalam proses hamil, melahirkan dan kesiapan pengasuhan  anak. Kondisi ibu yang anemia dan kurang gizi berpotensi melahirkan anak stunting seandainya nanti hamil, bahkan resiko perdarahan dan kelahiran premature.

Apakah kesimpulannya? Sebelum menikah:

 Menikah diusia ideal menikah laki-laki 25 tahun dan perempuan 21 tahun.

 Sebelum menikah cek kesehatan dan status gizi pasangan calon pengantin, tunda kehamilan bila status gizi buruk atau kurang baik, segera hubungi dokter dari Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pengobatan dan rehabilitasi status gizi.

 Segera setelah mengetahui hamil, periksakan diri kebidan atau medis terdekat. Ikuti anjurannya agar selama hamil selalu sehat baik ibu maupun janinnya.

 Melahirkan dengan petugas kesehatan dan cegah infeksi.

 Masa nifas penuhi gizi seimbang, segera menyusui, cegah infeksi cukup istirahat. Dukungan keluarga dan suami sangat utama.

 Segera setelah lahir bayi diberikan ASI ekslusif sampai 6 bulan, diimunisasi dan ikut Posyandu dan Bina Keluarga Balita (BKB) untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak.

 Kenalkan makanan pendamping ASI setelah berumur 6 bulan dan ASI tetap diberikan sampai umur 2 tahun. 

 Stimulasi perkembangan anak setiap bulan

Nah sobat muda ditangan andalah masa depan generasi penerus bangsa kelak. Agama kita melarang janganlah kamu meninggalkan keturunanmu dalam keadaan lemah.

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)