SUNGAI PENUH, Berandajambi - Donni Efendi, Dpt Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kerinci dan Kota Sungai Penuh mengatakan, selama ini diri nya terus berupaya bagaimana mana wadah besar yang di pimpin nya memiliki Marwah, sebagai pemimpin dari IWO Kota Sungai Penuh dan Kerinci harus memiliki gedung sekretariat tempat bernaung Organisasi.
Rumah Eempat Jenis yang menjadi Sekretariat IWO, gedung yang dulu terbangkalai, tidak diperhatikan dan proses rehab yang sebelumnya disaksikan sendiri oleh masyarakat, dimana untuk pengerjaan seperti timbunan, mengganti kaca yang pecah semua menggunakan uang organisasi.
"Dulu gedung ini kedaannya, sangat miris, bisa di ibaratkan seperti tempat jin buang anak saat itu," ujar DPT Donni Efendi, Minggu (03/04/2022).
Namun sampai sekarang lanjutnya, permasalahan Gedung Empat Jenis tidak kunjung usai bagi sebagian orang, disini saya jelaskan agar jangan ada yang melakukan pengiringan opini yang membuat masalah semakin rancu, masyarakat harus tau yang sebenarnya.
"Sebenar saya sudah mencoba untuk tidak menanggapi komentar dari orang yang mempunyai pikiran yang dangkal, dan orang yang mendengar informasi tidak jelas, atau sepihak, karena ini sudah menjadi berita publik di media sosial untuk nama baik organisasi IWO maka saya sampaikan dan jelaskan," ujar Donni.
Dikatakan oleh Doni, Gedung Empat Jenis lantai dasar di peruntukan untuk markas IWO dan menjadi Sekretariat IWO Kota Sungai Penuh dan Kerinci. Lantai dua digunakan oleh anak-anak beladiri silat dan gulat.
“Mengenai sewa menyewa kantin. Kantin dibikin sendiri, bukan bangunan pemerintah, sementara sekarang sewa menyewa kantin kami hanya melanjutkan, karena orang pertama yang mempunyai otak terkait sewa menyewa adalah Aprizalmen dan Zoni Irawan, mereka berdua adalah anggota IWO non aktif, dan sekarang mereka berdua tidak terdaftar di organisasi IWO Kota Sungai Penuh dan Kerinci," ujar Donni.
Lebih lanjut Doni mengatakan, Sebagai Ketua IWO sekarang dirinya hanya merehap agar lebih indah dipandang, karena dirinya sudah di tegur oleh pihak Kodim, sebab bangunan yang dibuat oleh Aprizalmen dan Soni Irawan lebih bagus kandang ayam.
"Sewa-menyewa yang dilakukan oknum, tidak ada laporan pertanggung jawaban sampai sekarang, dan juga belum ada serah terima," tegasnya.
Ini perlu di pernyakan kemana uang hasil sewa menyewa tersebut digunakan jelasnya lagi, karena sampai sekarang tidak ada laporan pertanggung jawaban kepada organisasi dan untuk keperluan organisasi.
"Setelah diambil alih paksa organisasi, seharusnya sekretariat diisi oleh pengurus dan anggota IWO, tetapi Zoni Irawan tidak mempunyai itikad baik untuk menyerahkan sampai sekarang Zoni Irawan belum memberikan laporan pertanggung jawaban," tegas DPT Donni Efendi. (Bj).
Tulis Komentar