Jalan Padang Lamo Memburuk, Suara DPRD Jambi Asal Tebo Dipertanyakan

$rows[judul]

TEBO, Berandajambi - Kondisi Jalan Padang Lamo kembali memantik kemarahan publik. Kerusakan yang tak kunjung diperbaiki kini bukan lagi sekadar keluhan, melainkan sudah menjadi persoalan serius yang menyentuh keselamatan dan kehidupan ekonomi masyarakat. Lubang besar, jalan berlumpur, hingga genangan air menjadi pemandangan sehari-hari yang harus dihadapi warga dengan risiko tinggi.

Jalan ini bukan hanya akses penghubung, tetapi urat nadi aktivitas masyarakat. Ketika kondisinya rusak parah, dampaknya terasa langsung dari meningkatnya potensi kecelakaan hingga terganggunya distribusi hasil usaha warga.

Namun di tengah kondisi tersebut, sorotan publik justru mengarah pada para wakil rakyat asal Tebo yang duduk di DPRD Provinsi Jambi. Masyarakat mempertanyakan, di mana peran dan keberpihakan mereka ketika persoalan krusial seperti ini terus berlarut tanpa solusi nyata.

Sejumlah nama yang selama ini dikenal luas Sukandar, Mazlan, Eka Madjid Muaz, Suwarno, Mustaharudin, Ansori, hingga KH. Rifa’i dianggap memiliki kapasitas, pengalaman, dan akses untuk memperjuangkan perbaikan. Mereka bukan figur baru dalam dunia politik dan pemerintahan.

Namun, hingga saat ini, publik belum melihat langkah konkret yang benar-benar berdampak.

Kritik yang muncul bukan tanpa alasan. Sebagai representasi daerah di tingkat provinsi, mereka diharapkan menjadi penghubung antara aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah. Sayangnya, dalam kasus Jalan Padang Lamo, suara itu terasa lemah bahkan nyaris tidak terdengar.

Kondisi ini memunculkan kekecewaan yang semakin meluas. Masyarakat mulai mempertanyakan komitmen para wakil yang dahulu datang membawa janji perubahan. Apakah perhatian hanya hadir saat masa kampanye, lalu menghilang ketika kepercayaan sudah diberikan?

Bagi warga, persoalan ini telah melampaui sekadar infrastruktur.

Ini tentang tanggung jawab moral dan politik. Mereka tidak lagi membutuhkan retorika atau janji baru. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk bersuara, keseriusan mendorong kebijakan, dan langkah nyata yang bisa dirasakan langsung.

Jalan Padang Lamo hari ini menjadi cermin bahwa ketika masalah dibiarkan terlalu lama, kepercayaan publik pun ikut terkikis. Dan jika kondisi ini terus berlanjut tanpa perubahan, bukan tidak mungkin kekecewaan masyarakat akan berubah menjadi penilaian yang lebih tegas di masa mendatang. (AK).

Tulis Komentar

(Tidak ditampilkan dikomentar)